10 Fakta Soal Mitos Perawatan Tubuh

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+
fakta mitos kecantikan

Banyak mitos dan fakta yang bergulir di sekitar kita, termasuk soal perawatan tubuh. Pendapat yang biasanya diawali frasa “kata orang” itu bisa jadi menimbulkan keraguan. Apakah mitos tersebut benar? Ketimbang bingung, baiknya Anda simak 10 fakta di balik mitos tentang perawatan tubuh agar tak lagi ragu.

“Memencet jerawat itu berbahaya”
FAKTA
Tergantung. Pada jerawat kecil atau meradang, tekanan saat menekan jerawat bisa merusak jaringan kulit dan sebabkan luka. Sedangkan komedo hitam di pori-pori bisa dikeluarkan. Waktu yang tepat untuk melakukan ini adalah setelah mandi, ketika kulit masih lembut dan pori-pori terbuka. Selain itu, gel yang diperkaya asam salisil dapat mencegah timbulnya jerawat.

Riasan bikin kulit wajah tidak dapat bernapas”
FAKTA
Anggapan ini muncul karena dulu kosmetik dicampur dengan tepung beras yang dapat menyumbat pori-pori. Namun kini, alas bedak malah mengandung bahan yang dapat menjaga kesehatan kulit, termasuk melindunginya dari sinar ultraviolet dan radikal bebas.

“Pelembap bibir bikin mencandu”
FAKTA
Setelah pakai pelembap bibir, kita sering merasa butuh untuk aplikasi lagi dan lagi. Hal ini dikarenakan tingginya kandungan air pada pelembap bibir, yang membuat kelembapan alami bibir menguap lebih cepat. Namun, produk dengan formulasi vitamin A dan E yang baik tidak akan menyebabkan hal itu.

“Mencukur dapat memicu tumbuhnya bulu yang lebih kasar”
FAKTA
Hal tersebut merupakan ilusi optik belaka. Mitos ini muncul karena bagian atas dari bulu halus yang tumbuh terlihat lebih gelap.

“Cokelat sebabkan jerawat”
FAKTA
Sulit ditampik, karena belum ada penelitian yang bisa membuktikan hubungan antara konsumsi cokelat dengan munculnya jerawat. Memang benar, makanan yang tidak sehat memiliki efek buruk pada kulit. Namun, jerawat akan timbul apabila pori-pori tersumbat, bukan semata-mata karena cokelat.

“Terlalu banyak peeling akan merusak kulit”
FAKTA
Pada dasarnya benar, namun juga tergantung pada bentuk butiran. Apabila butirannya kasar, kulit akan teriritasi. Kami menganjurkan untuk menggunakan krim peeling dengan butiran yang halus maksimal dua kali dalam seminggu.

“Kuteks bisa merusak kuku”
FAKTA
Tergantung cat kuku apa yang Anda gunakan. Banyak produk baru yang dibuat tanpa formaldehyde dan aman untuk kuku. Selain itu, selalu gunakan base coat dan aplikasikan vitamin saat jeda pemakaian kuteks, untuk menjaga kesehatan kuku. Faktanya, penghilang cat kuku malah lebih berbahaya. Ekstrak aseton dapat merusak lapisan keratin kuku, yakni lapisan protein yang membuat kuku menjadi keras.

“Berendam membuat kulit kering dan keriput”
FAKTA
Pada prinsipnya benar, namun kegiatan berendam itu juga penuh relaksasi. Gunakan suplemen penyeimbang lipid saat berendam. Ini dapat ditemukan dalam minyak mandi yang dituang ke dalam air. Berendamlah selama maksimal 20 menit dengan temperatur air tidak lebih dari 35 derajat. Setelahnya, jangan lupa untuk aplikasikan losion pelembap.

“Memotong rambut secara berkala buat rambut lebih cepat tumbuh”
FAKTA
Tidak! Rambut tumbuh rata-rata satu sentimeter tiap bulannya. Datang ke salon tidak akan mempercepat proses ini, hanya akan membuat rambut terlihat lebih berkilau. Agar pertumbuhannya tidak terhambat dan selalu sehat, coba potong sendiri ujung rambut yang rusak. Cukup beberapa millimeter agar tidak bercabang.

“Alis yang dicabut tidak akan tumbuh kembali”
FAKTA
Tenang, alis akan tumbuh kembali dalam enam minggu. Proses ini akan bisa lebih cepat apabila Anda gunakan serum khusus yang dapat memacu pertumbuhannya. Akar akan rusak dan tak tumbuh lagi jika akar yang sama dicabut terus menerus selama bertahun-tahun.

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+