Tujuh Aturan Cinta di Dunia Digital

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+
aturan cinta digital

Kehadiran teknologi membuat hampir seluruh kegiatan dan cerita kehidupan bermuara ke jejaring sosial. Mengunggah foto bersama si dia di Instagram, atau membuat status-status ambigu di Facebook, sampai berselisih paham dan berbalas kicauan di Twitter seperti Taylor Swift dan Nicki Minaj mungkin pernah Anda lakukan. Saat makan malam pun, ponsel tak lepas dari genggaman. Menjalani hidup di masa kemajuan teknologi memang dekat dengan perangkat pintar dan media sosial, tak terkecuali dalam urusan asmara. JOY pun tergelitik untuk membahas secara tuntas perihal tersebut.

1. SOAL PESAN SINGKAT
FAKTA
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Princeton Survey Research Associates International di Amerika Serikat pada 2013, 41 persen pasangan berusia 18 hingga 29 tahun merasa lebih dekat dengan pasangan berkat pesan singkat. Pasangan yang bertukar pesan cinta dilaporkan merasa lebih puas dengan relasi yang dijalin, meski terdapat sedikit perbedaan kepuasan antara si pengirim dan penerima pesan. Si pengirimlah yang diketahui memiliki kepuasan lebih tinggi.
HINDARI Membicarakan masalah yang serius lewat pesan singkat. Penelitian mengungkapkan bahwa wanita kerap menggunakan layanan pesan untuk meminta maaf, membicarakan perbedaan pendapat, atau membuat keputusan. Padahal, mimik wajah, intonasi suara, dan gestur tubuh membuat perbedaan yang besar dalam proses penerimaan dan penyampaian pesan.

2. SOAL MEDIA SOSIAL
FAKTA
Menurut Ramani Durvasula, profesor psikologi di University of California, Los Angeles, mengunggah semua hal tentang hubungan Anda tanpa persetujuan pasangan adalah hal yang tidak sopan. Pasalnya, tak semua orang merasa nyaman jika detail hidupnya diumbar ke muka publik. Selain itu, Anda harus sadari kalau apa yang sudah diunggah ke media sosial tidak bisa ditarik lagi dan sifatnya permanen.
HINDARI Mengunggah masalah pelik yang sedang dihadapi dengan pasangan, atau posting sesuatu yang bisa merusak reputasi. Tidak jarang kesalahpahaman terjadi karena perbedaan persepsi. Harus diingat, isi dan konteks adalah dua hal yang berbeda. Seringkali konteks bergeser, tapi isi masih bertahan. Anda tentu tak mau teman-teman jadi tidak menghargai Anda, atau mungkin keluarga si dia yang jadi risih dengan hubungan Anda.

3. SOAL GERAKAN #NOMENTION
FAKTA
Jalinan asmara tak melulu indah. Meski sudah bersiap mental, perbedaan pendapat atau ketidaksesuaian tetap mampu bikin sebal. Alhasil, jejaring sosial sering jadi wadah untuk menumpahkan kekesalan.
HINDARI Menyindir pasangan lewat akun media sosial. Karena meluapkan kekesalan lewat gerakan #nomention tidak akan menyelesaikan masalah. Unggahan bernada sedih atau frustasi juga kerap membuat kaum adam bingung, karena berpikir dirinyalah penyebab kesedihan yang Anda rasakan. Untuk menghindari salah paham, lebih baik bicarakan langsung.

4. SOAL VDA
FAKTA
Perilaku virtual displays of affection (VDA) atau menunjukkan perasaan lewat media sosial kerap dilakukan. Sebenarnya, tidak ada aturan yang melarang. Hasil penelitian yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology bahkan menyatakan kalau pasangan yang memiliki identitas kebersamaan yang kuat biasanya memiliki komitmen dan keintiman yang lebih kuat.
HINDARI Melakukannya secara berlebihan. Kebahagiaan memang menular, tapi bayangkan jika foto yang mirip dengan unggahan Anda juga memenuhi linimasa. Tidak memberi kesempatan bagi unggahan lain yang juga seru. Perlu disadari juga bahwa ada teman di dunia maya Anda yang tidak mau mengetahuinya.

5. SOAL KETERGANTUNGAN TEKNOLOGI
FAKTA
Penelitian yang dilakukan para ahli di Indiana University menemukan bahwa 84 persen pasangan meletakkan ponselnya di tempat yang mudah dijangkau tangan saat sedang tidur. Dan 40 persen dari responden tersebut mengaku menaruh ponsel mereka di meja ketika makan malam berdua. Apakah kegiatan memotret makanan atau wefie jadi agenda wajib saat Anda dan si dia sedang berdua?
HINDARI Terus-terusan menggunakan ponsel atau media sosial saat sedang bersama. Ada baiknya rehat sebentar dari gadget dan nikmati waktu berdua sebaik-baiknya. Jika perlu, ciptakan aturan mengenai penggunaan ponsel kala berdua. Anda dan pasangan jadi lebih menghargai keberadaan satu sama lain.

6. SOAL MEMATA-MATAI
FAKTA
Selain bisa menjadi saluran yang baik untuk menjaga hubungan dengan teman, media sosial juga jadi sarana untuk mengetahui kabar terbaru dari sang mantan. Banyak pasangan menganggap hal ini bukan masalah besar. Tapi tak jarang pertemanan semacam itu berkembang menjadi masalah besar.
HINDARI Walaupun penasaran, usahakan untuk tidak memata-matai pasangan lewat media sosial. Jika Anda merasa ada perubahan yang signifikan dari pasangan, cobalah untuk bicara dan formulasikan batasan yang nyaman untuk Anda dan pasangan.

7. SOAL KOMPROMI
FAKTA
Saat pasangan terlalu sering mengunggah foto berdua, mungkin Anda merasa tidak nyaman karena privasi Anda dibagikan di media sosial. Namun jika pasangan terlalu tertutup dan menolak mengganti status hubungannya di Facebook atau enggan memasang foto bersama, bisa jadi Anda pun merasa curiga. Berbedanya kepribadian juga cara berkomunikasi melalui ranah digital bisa jadi membuat salah satu merasa tidak nyaman.
HINDARI Berdiam diri dan membiarkan media sosial menghancurkan hubungan Anda di dunia nyata. Menyadari adanya beragam tantangan yang Anda dan pasangan hadapi di dunia digital, ada baiknya membuat beberapa aturan mengenai penggunaan media sosial. Situasi di dunia maya bikin hal tersebut tidak lagi berlebihan.

dok. ingimage
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+