Belanja Cerdas Sesuai Karakter

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+

Wanita mana yang tidak suka belanja? Apalagi dengan tulisan obral terpampang di depan etalase butik. Berani bertaruh, tujuan awal mendatangi mal akan seketika terlupa, dan Anda langsung belok masuk ke dalamnya. Satu jam kemudian, Anda keluar dari toko dengan senyum lebar, sambil menjinjing kantong belanjaan.

life belanja

Hati-hati! Jika kurang selektif, Anda mungkin sebenarnya sudah punya benda sejenis di rumah. Atau kemudian sadar telah membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Saat itulah kenikmatannya pun menguap cepat, terlebih ketika menyadari jumlah uang yang berkurang dari rekening. Berbelanja memang bisa bikin bahagia, namun tidak demikian halnya dengan menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak Anda perlukan. Kendalikan diri lewat solusi aktif dari kami! Tapi sebelum itu, kenali lebih dulu pribadi sendiri. Termasuk dalam tipe pembelanja yang manakah Anda?

 PEMBELANJA BERULANG 
Ciri-ciri: Sadar akan tren, namun cenderung tidak mengikutinya. Anda melihat sehelai jumpsuit, menginginkannya, tapi menaruhnya kembali di pajangan. Beberapa langkah kemudian ada sweatshirt digantung, dan langsung Anda bayar tanpa pikir panjang! Anda tahu mode macam apa yang disuka dan memang cocok dengan karakter diri. Lihat ke dalam lemari, apakah Anda memiliki baju dengan model dan warna serupa lebih dari lima?

Solusi: Tak ada salahnya mencoba busana yang sedang tren. Dengan begitu, Anda bisa punya pilihan lain yang tetap sesuai dengan karakter. Ini merupakan salah satu cara mengembangkan diri. Pilih saja dulu baju-baju yang diinginkan, masukkan ke dalam keranjang belanja. Sesaat sebelum membayar, keluarkan barang-barang sejenis yang telah Anda miliki.

 PEMBELI PERAGU 
Ciri-ciri: Apakah Anda termasuk pribadi yang suka menjajarkan baju-baju di depan mata, dan berlama-lama memandanginya, sebelum berjalan ke kasir atau malah melangkah pulang tanpa satupun plastik belanjaan di tangan? Jika ya, maka Anda masuk ke dalam tipe ini. Anda menikmati ketersediaan alternatif demi mencari yang paling tepat. Padahal sebenarnya, batin Anda tenggelam dalam kesulitan menentukan pilihan. Ada yang berkata, mungkin Anda merupakan orang yang takut akan perpisahan.

Solusi: Rancang gaya seperti apa yang ingin Anda aplikasikan. Tulis kriteria-kriteria busana atau barang yang ingin Anda beli, atau simpan referensi dari panggung mode favorit, dan bawa saat pergi ke pusat perbelanjaan. Segera cari dan bayar! Jika Anda masih kebingungan, bisa jadi itu karena suasana yang kurang mendukung, seperti toko yang terlalu ramai, display yang terlalu penuh, musik yang terlalu kencang, atau pramuniaga yang terlalu memaksa. Coba ke toko lainnya!

 PEMBELANJA FRUSTASI 
Ciri-ciri: Anda tak segan menggesek kartu kreditnya demi tas baru saat tengah tersandung sebuah masalah, meskipun baru saja menghabiskan banyak uang hari di hari sebelumnya. Belanja menjadi ajang pelarian dari problematika di kantor atau pertengkaran dengan pasangan. “Pembelaan” yang kerap dilakukan tipe ini kemudian adalah dengan berkata, “Saya pantas mendapatkannya!” Lalu merasa bersalah begitu sampai di rumah, dan malah jadi semakin frustasi.

Solusi: Alihkan perhatian Anda dengan mencoba kegiatan baru, kalau perlu yang jauh dari pusat perbelanjaan. Misalnya, ambil kelas olahraga, memasak, menari atau pergi tamasya. Bukankah sama saja masih keluar dana untuk itu? Memang, tapi paling tidak efek dari hal-hal tersebut bisa bertahan lebih lama dari warna kaus Anda yang pudar terkena bilasan detergen. Lagipula konsumsi barang saat sedang frustasi malah bisa mengingatkan Anda pada suasana hati yang buruk saat membelinya.

 PEMBELI SPONTAN 
Ciri-ciri: Perhatian Anda mudah teralihkan. Seperti ketika melewati sesi gantungan baju-baju, kemudian mengambil jaket bomber plus jogger yang sedang tren, lalu dengan cepat membayarnya. Padahal mulanya tujuan Anda adalah untuk membeli sepatu baru karena yang lama haknya sudah patah. Tapi niat menuju rak sepatu di ujung toko malah terlupa hingga sampai di rumah. Kadang Anda juga membiarkan diri “disetir” situasi. Misalnya, Anda sudah berada di pusat perbelanjaan dalam waktu yang lama dan menyayangkan jika tak membeli apapun.

Solusi: Stop membeli benda-benda yang memang tidak dibutuhkan. Hindari berkeliling toko untuk meminimalisasi timbulnya keinginan berbelanja perintilan lain. Tetap pada tujuan utama belanja Anda. Jika tidak menemukan yang dicari, sabar! Tabung uangnya untuk sepatu buatan desainer yang berkualitas, dengan begitu kepuasan Anda akan bertahan lama. Cara lainnya: Anda bisa mengalihkan sifat spontan itu untuk membeli kado bagi orang-orang terdekat yang Anda sayangi. Efek bahagianya pun bertambah besar.

 PEMBELANJA PERFEKSIONIS 
Ciri-ciri: Aktivitas belanja justru membuat Anda stres. Kenapa? Karena Anda tahu persis kriteria yang pantas dan dapat menunjang penampilan, sehingga butuh waktu lama bagi Anda mencarinya. Ketika sudah menemukan beberapa yang cocok, selanjutnya Anda akan membandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan.

Solusi: Bukankah belanja seharusnya jadi waktu bersantai Anda? Jadi bebaskan saja seluruh patokan yang menjadi acuan. Jika tidak menemukannya dalam satu barang, beli saja beberapa. Manfaatkan waktu diskon akhir tahun, atau tunggu hingga further reduction di bulan Januari. Maka Anda tidak perlu habiskan waktu mempertimbangkan banyak hal, dan dapat semua yang diinginkan. Praktis senang!
Doc. JOY Image

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+

Leave a Reply

Allowed Tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>