Hidup Tanpa Penyesalan

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+
opening life

Apakah rutinitas sehari-hari bikin bosan? Atau jangan-jangan Anda malah terperangkap dalam pekerjaan yang tidak disukai? Bronnie Ware, yang pernah bekerja selama delapan tahun sebagai perawat untuk orang-orang yang tengah sekarat, terinspirasi dari perspektif pasien-pasiennya tentang kehidupan. Ia lalu menulis buku The Top Five Regrets of the Dying: A Life Transformed by The Dearly Departing, yang masuk dalam kategori buku terlaris internasional. Disarikan dari buku tersebut, berikut lima langkah sederhana yang akan mengubah hidup Anda. Saatnya meraih kehidupan baru yang lebih positif!

1. JADI DIRI SENDIRI
Grace (80) menyesal karena terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia. Ia berandai punya keberanian lebih dan pantang hidup hanya untuk menyenangkan orang lain. Sekarang, tanya pada diri sendiri: apa pekerjaan yang tengah Anda lakoni sungguh-sungguh sesuai dengan kata hati Anda? Apakah hubungan yang sedang Anda jalani menjadikan hidup lebih berarti? Jika ada keraguan, pertimbangkan kembali. Terkadang, rasa takut mengecewakan orang lain menghambat langkah Anda mengambil keputusan jangka panjang. Bronnie menambahkan “Belajar untuk menerima setiap kritik tanpa merasa dijatuhkan!” Apabila perubahan membuat Anda stres, coba bermeditasi. Atur napas selama lima menit untuk membantu membebaskan jiwa Anda dari pola pikir negatif.

2. DEDIKASIKAN DIRI PADA HIDUP
Selama menjadi perawat, belum pernah Bronnie berjumpa dengan pasien yang berharap mereka lebih sering bekerja. Sebaliknya, nyaris semua merasa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pekerjaan. Misalnya John, yang terus menunda mengambil pensiun, padahal istrinya telah dengan gigih meminta. Ketika akhirnya John mengiyakan permintaan istrinya 15 tahun kemudian, sang istri mendadak meninggal dunia tiga bulan sebelumnya. “Saat itu, saya takut kehilangan status profesional saya,” kata John yang kemudian mengaku kalau ia tidak benar-benar menyukai pekerjaannya. Saat sekarat, John baru menyadari kalau kebahagiaan yang ia dapat dari kelimpahan materi saja adalah kebahagiaan semu. Fokus pada kehidupan yang Anda jalani sekarang dan temukan makna sesungguhnya dari pekerjaan yang Anda lakoni.

3. SAMPAIKAN ISI HATI
Sudahkah anggota keluarga Anda tahu bahwa Anda mencintai mereka? Sebagian besar pasien Bronnie menjawab tidak. Tak bisa dipungkiri, keterbukaan membuat seseorang merasa lebih rentan. Karenanya kita membangun dinding di sekitar diri sendiri dan menolak untuk terbuka dan jujur. Mulai sekarang, cobalah ekspresikan perasaan Anda. Biarkan kata-kata pasien ini jadi pendorong, “Ungkapkan perasaan dan cinta Anda. Katakan bahwa Anda menghargai mereka. Kalau mereka tidak menyukai kejujuran Anda atau bereaksi negatif, tidak apa-apa. Yang penting, Anda telah mengungkapkan semuanya”. Bronnie percaya kejujuran selalu membebaskan. “Walaupun hanya dalam bentuk menghormati diri sendiri, hidup tanpa rasa bersalah, mengakhiri hubungan yang destruktif, atau dengan cara lain yang mungkin belum Anda bayangkan,” tambah Bronnie.

4. TERUS JALIN PERSAHABATAN
Elizabeth (55) memberikan pernyataan tegas, “Orang yang menerima Anda apa adanya dan mengenal Anda dengan baik lebih bernilai daripada apapun juga”. Tunjukkan pada para sahabat betapa Anda menghargai mereka, jangan takut tunjukkan sisi rapuh Anda. Pasien wanita yang kecanduan alkohol selama 15 tahun ini kehilangan teman, keluarga, serta kesehatannya. Sesaat sebelum kepergiannya, ia pergi mengunjungi semua orang yang berarti baginya. Lewat cara itu, ia menumbuhkan kembali cinta dalam hidupnya. Menurut Bronnie, persabatan yang baik adalah saat kedua pihak bisa menerima satu sama lain apa adanya. Komunikasikan masalah secara langsung dan jangan melancarkan kritik yang menjatuhkan. Kalau mereka tidak terima, mungkin itu pertanda Anda harus melepaskan mereka. Hindari mengandalkan orang-orang yang tidak membuat hidup Anda berkembang, dan jangan berharap teman bisa memberi segalanya. Seleksi siapa yang baik untuk Anda.

5. MANJAKAN DIRI
“Kebanyakan orang tak menyadari kalau sebenarnya bahagia adalah sebuah pilihan,” kata Bronnie. Coba katakan kalau Anda bahagia selama satu jam, dan jangan bilang sesuatu yang negatif. Seseorang yang berpikir positif otomatis akan menjalani hidup yang lebih ceria. Apalagi, Anda tidak akan pernah dapat mendapatkan semua yang didambakan, maka syukurilah apa yang telah Anda miliki. Coba ucapkan terima kasih pada diri sendiri di depan cermin untuk semua hal baik yang dialami selama sehari penuh! Lenny, yang pada usia 14 tahun sudah yatim piatu, dan di kemudian hari harus kehilangan tiga anak serta istrinya yang baru berusia 40 tahun, merasa ia memiliki hidup yang baik. Pesan Lenny: ubah persepsi Anda! Karena bahagia adalah pilihan, bukan keadaan. Bronnie yakin, “Pendapat orang lain atau materi nantinya tak akan memiliki arti. Yang penting adalah kebahagiaan yang telah Anda berikan pada orang tercinta, serta waktu yang dihabiskan untuk hal yang Anda sukai!” Jadi, tunggu apa lagi? Sekarang saatnya melakukan apa yang membuat Anda bahagia!
Hidup Tanpa Penyesalan
Dok. INGIMAGE

Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on TumblrShare on Google+